Sebanyak 11 item atau buku ditemukan

Konsep Dan Pengembangan Kewirausahaan Di Indonesia

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama membahas tentang wirausaha dan kewirausahaan, bab dua tentang motivasi berwirausaha, bab tiga tentang peran wirausaha, bab empat tentang ilmu dan pendidikan kewirausahaan, bab lima tentang pengembangan kewirausahaan di Indonesia, dan bab enam tentang sinergitas dalam pengembangan kewirausahaan Wirausaha merupakan terjemahan dari entrepreneur ke dalam bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Entrepreneur menurut Kamus Merriam Webster berasal dari bahasa Perancis “entreprendre” yang dalam Bahasa Inggris berarti “to undertake”, yaitu orang yang memulai bisnis dan bersedia mengambil risiko kehilangan dalam rangka menciptakan uang. Entrepreneur adalah sebutan bagi seseorang yang mahir melahirkan satu usaha baru. Bahkan, Merriam Webster menyebut wirausaha sebagai “economic leader”, karena berada di garda terdepan dan terawal bagi satu proses bisnis. Seorang entrepreneur mahir menggabungkan dan mengupayakan berbagai elemen terkait. Di Belanda wirausaha dikenal dengan ondernemer dan di Jerman dikenal dengan unternehmer. Kata entrepreneur muncul sebagai salah satu kosakata yang mulai populer di dalam Bahasa Inggris di sekitar tahun 1852 di saat para pemilik modal dan pelaku ekonomi di Eropa sedang berjuang keras menemukan berbagai usaha baru, baik sistem produksi baru, pasar baru, maupun sumber daya baru untuk mengatasi kejenuhan berbagai usaha yang telah ada. Berbagai istilah digunakan untuk menyebut kata “motivasi” (motivation) atau motif, antara lain kebutuhan (need), desakan (urge), keinginan (wish), dan dorongan (drive). Istilah motivasi, berasal dari bahasa Inggris, motivation. Sedangkan istilah “motivation” berasal dari bahasa Latin, “movere” yang berarti “menggerakkan” (“to move”), sehingga menurut Kamus Webster, motivasi didefinisikan sebagai “kekuatan (force), rangsangan (stimulus) atau pengaruh (influence). Motivasi biasanya dikaitkan dengan konsep lain seperti dorongan (drive), keinginan (want), hasrat (desire), kepentingan (interest), niat (intention) harapan (expectation) dan kebutuhan (need).

Buku Konsep dan pengembangan kewirausahaan di Indonesia ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Pembelajaran Aktif Al-Qur'an Di Madrasah Aliyah

Implementasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi

A Brief History of Islam

With Special Reference to Malaya

18 Shaykh Muhammad al - Khudari , Ta ' rikh al - Umam al - Islamiyyah , Cairo , n
. d . 19 Ameer ' Ali , A Short History of the Saracens , London , 1899 . Having
conquered Goa on 25 November 1510 , the Portuguese go A Brief History of
Islam.

Motivasi Belajar Dalam Perkembangan Remaja

Masa remaja merupakan masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Remaja bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Masa remaja adalah masa dimana seseorang mengalami proses penyesuaian terhadap lingkungan maupun diri sendiri dan sangat rentan dengan keadaan lingkungan dan pergaulan. Pada era sekarang ini remaja telah terkontaminasi dengan perkembangan jaman dan teknologi. Perkembangan teknologi ada yang berfungsi positif dan ada yang menjadikan remaja menuju ke hal-hal yang negatif serta seringkali menyebabkan seorang remaja mengalami penurunan motivasi belajar. Motivasi sangat penting karena apabila remaja tidak memiliki motivasi belajar, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri remaja tersebut. Pentingnya peranan motivasi dalam proses belajar perlu dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. Motivasi belajar dirumuskan sebagai dorongan, baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar, untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi/memuaskan suatu kebutuhan. Guru adalah salah satu bagian dari komponen peningkatan motivasi belajar yang paling berpengaruh pada pelajar. Dalam meningkatkan motivasi belajar maka dalam proses pembelajaran haruslah dengan metode yang tepat, karena ketepatan metode yang akan diterapkan akan mempengaruhi motivasi keingintahuan yang nantinya juga akan mempengaruhi motivasi belajar. Guru dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dalam pengalaman teoritis tapi juga harus memiliki kemampuan praktis. Kedua hal ini sangat penting karena seorang guru dalam pembelajaran bukanlah sekedar menyampaikan materi semata tetapi juga harus berupaya agar mata pelajaran yang sedang disampaikan menjadi kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila siswa terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun sosial dalam proses untuk mencapai hasil pembelajaran yang ingin dicapai sehingga remaja dapat mencapai tugas-tugas perkembangan dengan baik dan positif serta tidak menghambat proses perkembangan di tahap selanjutnya.

Masa remaja merupakan masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa.