Sebanyak 32 item atau buku ditemukan

Sosiologi Peradilan Pidana

Sistem peradilan pidana dapat dipahami sebagai lembaga kontrol sosial, yang berbeda dari lembaga kontrol sosial lainnya dalam dua cara penting: fokus hanya pada perilaku yang didefinisikan sebagai kejahatan serta sebagai basis pertahanan terakhir masyarakat terhadap orang-orang yang menolak untuk mematuhi nilai-nilai sosial yang diminan. Masyarakat beralih ke peradilan pidana ketika semua bentuk kontrol sosial yang ada di masyarakat tersebut gagal. Sistem Peradilan Pidana merupakan kontrol sosial formal karena dilakukan oleh agen resmi. Ada beberapa aspek untuk memahami sistem peradilan pidana, antara lain bahwa sistem peradilan pdaian adalah: (1) sebuah sistem normatif dalam bentuk aturan-aturan legal yang mengekspresikan nilai-nilai sosial melalui pelarangan yang didukung oleh sanksi pidana atas perilaku (conduct) yang dilihat secara serius salah atau berbahaya; (2) sebuah sistem administratif, di dalamnya secara komprehensif terdiri atas aparat resmi penegak hukum, otoritas penuntutan, pengadilan, serta fasilitas penghukuman dan koreksional; serta (3) sebuah sistem sosial, dimana defenisi dan tanggapan atas perilaku kejahatan melibatkan seluruh elemen dalam masyarakat - tidak hanya yang diundangkan dalam hukum pidana tetapi juga bagaimana masyarakat menginterpretasikan kenyataan terjadinya perilaku tersebut pada setiap tingkatan. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan bahasan tentang hal-hal yang terkait dengan berbagai masalah sosiologis dari keseluruhan proses yang terjadi dalam Sistem Peradilan Pidana. Substansi dari buku ini memberikan berbagai penjelasan tentang peradilan sebagai bentuk reaksi sosial terhadap kejahatan dan pelaku kejahatan; pengertian peradilan pidana secara sistemik dan etika peradilan pidana, model-model peradilan pidana dan pembenaran pemberian pidana; komponen dan kerangka kelembagaan peradilan; proses peradilan pidana serta hal-hal yang terkait dengan tahap peradilan pidana; alternatif penghukuman serta pemikiran awal tentang tantangan masa depan bagi Sistem Peradilan Pidana.

Organisasi dan Manajemen Kepolisian Mengingat variasi dalam gaya dan
struktur organisasi kepolisian, ada satu cara terbaik yang diyakini untuk
mengelola dan mengurus mereka, benarkah?. Sebagian besar ahli dalam
manajemen tidak ...

Membangun Kesehatan Mental Keluarga dan Masa Depan Anak

"""Media menyebutkan nyaris 30 juta orang mengalami gangguan mental. Ini menggelitik penulis untuk menekuni bidang konseling kesehatan mental. Pengalaman keluarga asal penulis yang diguncang masalah kesehatan mental, ikut memotivasi untuk menuliskan buku ini. Kita bersyukur ilmu di bidang kesehatan jiwa, psikologi klinis, dan konseling bertumbuh pesat. Pelbagai penelitian dan penemuan obat-obatan makin maju. Tenaga profesionalnya juga bertambah. Luar biasa! Pendidikan yang maju dan perjumpaan dengan media barat membuat banyak orang mulai merasa nyaman untuk terbuka tentang masalah ini. Dulu, gangguan jiwa diidentikkan dengan kerasukan setan, aib dan atau kutuk. Buku ini membukakan mata kita betapa besarnya kesempatan berkarier di bidang kesehatan mental. Baik konselor, psikolog, psikiater, dan pekerja sosial menjadi lapangan kerja menjanjikan. Di sini dipaparkan pelbagai jenis gangguan jiwa, mulai dari stres, ketergantungan obat hingga skizofrenia, dan sebagainya. Pembaca akan mempelajari dari buku ini tentang apa itu kerasukan setan, bagaimana membedakannya dari gangguan jiwa hingga penanganannya. Tindakan yang dianjurkan penulis adalah pendekatan holistis dan pentingnya terapi komunitas lingkungan yang sehat. Lewat buku ini kita belajar pentingnya sistem keluarga yang sehat dan berfungsi yang akan menghasilkan anak -anak yang sehat secara mental. ""Buku Membangun Kesehatan Mental Keluarga dan Masa Depan Anak sangat bermanfaat bagi para konselor di Indonesia dalam melakukan konseling, terutama masalah gangguan jiwa."" - DR. DWIDJO SAPUTRO Sp.KJ; Psikiater ""Karunia membedakan roh. merupakan salah satu karunia rohani yang kita butuhkan untuk mendiagnosis gangguan jiwa. Buku ini menolong pembaca untuk melaksanakannya."" - PROF. DR. MESACH KRISETYA; Guru Besar Emeritus Bidang Konseling-UKSW"""

Akhirnya, saya memberikan judul Membangun Kesehatan Mental Keluarga dan
Masa Depan Anak, dengan harapan setiap pembaca dapat bebas dari
gangguan jiwa, selain itu ikut terpanggil menjadi pe ke san kemajuan ti men dak
sehatan ...