Sebanyak 24 item atau buku ditemukan

Handbook of Archaeological Theories

This handbook, a companion to the authoritative Handbook of Archaeological Methods, gathers original, authoritative articles from leading archaeologists on all aspects of the latest thinking about archaeological theory. It is the definitive resource for understanding how to think about archaeology.

This handbook, a companion to the authoritative Handbook of Archaeological Methods, gathers original, authoritative articles from leading archaeologists on all aspects of the latest thinking about archaeological theory.

Theories of Weight in the Ancient World

Four Essays on Democritus, Plato and Aristotle. A Study in the Development of Ideas. 2. Plato: Weight and Sensation. The Two Theories of the 'Timaeus'.

Theories of the Flesh

Latinx and Latin American Feminisms, Transformation, and Resistance

"A theory in the flesh means one where the physical realities of our lives all fuse to create a politic born of necessity," writes activist Cherr�e L. Moraga. This volume of new essays stages an intergenerational dialogue among philosophers to introduce and deepen engagement with U.S Latinx and Latin American feminist philosophy, and to explore their "theories in the flesh." It explores specific intellectual contributions in various topics in U.S. Latinx and Latin American feminisms that stand alone and are unique and valuable; analyzes critical contributions that U.S. Latinx and Latin American interventions have made in feminist thought more generally over the last several decades; and shows the intellectual and transformative value of reading U.S Latinx and Latin American feminist theorizing. The collection features a series of essays analyzing decolonial approaches within U. S. Latinx and Latin American feminist philosophy, including studies of the functions of gender within feminist theory, everyday modes of resistance, and methodological questions regarding the scope and breadth of decolonization as a critical praxis. Additionally, essays examine theoretical contributions to feminist discussions of selfhood, narrativity, and genealogy, as well as novel epistemic and hermeneutical approaches within the field. A number of contributors in the book address themes of aesthetics and embodiment, including issues of visual representation, queer desire, and disability within U. S. Latinx and Latin American feminisms. Together, the essays in this volume are groundbreaking and powerful contributions in the fields of U.S Latinx and Latin American feminist philosophy.

Together, the essays in this volume are groundbreaking and powerful contributions in the fields of U.S Latinx and Latin American feminist philosophy.

Theories of Theories of Mind

A state of the art survey of debate within philosophy of mind, developmental psychology, the aetiology of autism and primatology.

A state of the art survey of debate within philosophy of mind, developmental psychology, the aetiology of autism and primatology.

Filsafat sejarah

Profetik, Spekulatif, dan Kritis

Kehadiran buku ini diharapkan bisa mengisi kekosongan pembahasan sekitar materi-materi filsafat sejarah yang dianggap masih terasa langka. Meskipun sudah banyak orang membicarakan materi-materi dunia sejarah, namun yang membicarakan dari sudut pandang dan konstruksi filsafat dalam tiga substansi; profetik, spekulatif, dan kritis belum ada yang menyinergikannya. Umumnya buku-buku filsafat sejarah yang ditulis oleh penulis di Indonesia berkutat pada spekulatif dan kritis dengan uraian yang cukup panjang. Ada juga beberapa buku yang terkait dengan materi filsafat sejarah profetik, dengan mengambil bahan-bahan kajian dari Al-Qur’an dan al-Hadis, namun disajikan dengan cara terpisah-pisah sehingga menyulitkan para mahasiswa dalam memahaminya. Sering kali pula uraian-uraian filsafat sejarah yang disajikan sangat panjang, tidak mengutamakan substantifnya, bahkan terkesan bertele-tele sehingga seringkali membuat mahasiswa banyak mengeluh, karena sulitnya memahami pemikiran filsuf sejarah tersebut. Padahal substansi isinya yang mengandung sejumlah teori-teori penting harus dikembangkan dalam berbagai penalaran diskusi dan digunakan ke dalam pembacaan sejarah secara kritis. Belum lagi persoalan bagaimana penerapan teori filsafat sejarah untuk menganalisis peristiwa sejarah, selalu saja menjadi persoalan tersendiri. Semua problem tersebut pada akhirnya kembali menjadi tanggung jawab para pengajar atau dosen pengampu bidang filsafat sejarah; bagimana agar para mahasiswa mampu memahami dan dapat melakukan analisis sebuah peristiwa sejarah, dengan “kacamata” filsafat sejarah. Terutama untuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian (riset) dan tugas akhir berupa skripsi, tesis maupun disertasi Buku persembahan penerbit PrenadaMediagroup

Dennis Fox & Isaac Prilleltensky, Psikologi Kritis; Meta-analisis Psikologi Modern. terj. Ahmad Husaini dkk. Bandung: Mizan Publika, 2005.

Filsafat Sejarah

Filsafat Sejarah merupakan salah satu mata kuliah wajib di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Filsafat Sejarah merupakan cabang filsafat khusus sebagaimana Filsafat Manusia, Filsafat Sosial, Filsafat Bahasa, Filsafat Seni, Filsafat Kebudayaan dan yang lainnya. Filsafat sejarah terutama meneliti azas-azas paling fundamental ataupun hakiki dalam proses historik sebagai keseluruhan dalam keanekaan peristiwa. Filsafat Sejarah juga disebut dengan istilah “metahistory”, mencoba memahami berbagai pola dan hukum dalam berbagai peristiwa. Filsafat Sejarah mengandaikan dan memperkembangkan dan meruncingkan bidang-bidang filsafat sistematik lainnya, seperti filsafat manusia, filsafat moral, filsafat sosial, dan filsafat kebudayaan. Filsafat sejarah meneliti dasar, azas-azas paling umum dan mutlak; artinya mengatasi pemahaman seperti dalam studi sejarah biasa. Filsafat Sejarah mencari “insight” yang lebih mutlak. Filsafat Sejarah kurang memperhatikan fakta-fakta, lebih memperhatikan relasi-relasi dan sebab-sebab yang hakiki dalam berbagai peristiwa historis. Fakta dari ilmu sejarah, oleh filsafat sejarah dipakai sebagai contoh atau ilustrasi belaka, bukan sebagai bukti. Ilmu sejarah dan filsafat sejarah saling melengkapi dan saling membutuhkan, namun tidak dapat disatukan secara logic, bukti dalam ilmu sejarah tidak dapat dipakai sebagai bukti bagi filsafat sejarah.; atau sebaliknya. Masing-masing mempunyai metode dan logikanya sendiri, dan hanya mempengaruhi satu sama lain secara psikologik. Ilmu sejarah juga bersandarkan ilmu-ilmu empirik lainnya, yang bersifat serupa dan yang bertaraf kurang lebih sama seperti; sosiologi, psikologi, antropologi budaya.

Filsafat sejarah meneliti dasar, azas-azas paling umum dan mutlak; artinya mengatasi pemahaman seperti dalam studi sejarah biasa. Filsafat Sejarah mencari “insight” yang lebih mutlak.

Contesting Islam, Constructing Race and Sexuality

The Inordinate Desire of the West

The current political standoffs of the 'War on Terror' illustrate that the interaction within and between the so-called Western and Middle Eastern civilizations is constantly in flux. A recurring theme however is how Islam and Muslims signify the 'Enemy' in the Western socio-cultural imagination and have become the 'Other' against which the West identifies itself. In a unique and insightful blend of critical race, feminist and post-colonial theory, Sunera Thobani examines how Islam is foundational to the formation of Western identity at critical points in its history, including the Crusades, the Reconquista and the colonial period. More specifically, she explores how masculinity and femininity are formed at such pivotal junctures and what role feminism has played in the wars against 'radical' Islam. Exposing these symbiotic relationships, Thobani explores how the return of 'religion' is reworking the racial, gender and sexual politics by which Western society defines itself, and more specifically, defines itself against Islam. Contesting Islam, Constructing Race and Sexuality unpacks conventional as well as unconventional orthodoxies to open up new spaces in how we think about sexual and racial identity in the West and the crucial role that Islam has had and continues to have in its development.

Armstrong, Karen. Islam: A Short History. London: Phoenix, 2001. Armstrong,
Karen. Muhammad: A Prophet for Our Time. San Francisco: HarperOne, 2007.
Asad, Muhammad. The Message of the Qur'an. London: The Book Foundation,
2003.

Kamus istilah filsafat dan ilmu

Dictionary of philosophy and science terms.

Jasin , Maskoeri , 1995 Ilmu Alamiah Dasar , PT Raja Grafindo Persada , Jakarta
. Johnson , Doyle Paul , 1986 , Teori Sosiologi Klasik dan Modern , Gramedia ,
Jakarta . . Jung , Carl Gustav , 1986 , Menjadi Diri Sendiri , Gramedia , Jakarta .

Sosiologi Agama

Ada anggapan bahwa agama tidak mampu menggerakkan kehidupan ekonomi, lebih-lebih ekonomi kapitalis. Ini didasarkan pada pemiki- ran bahwa agama dan ekonomi merupakan dua ranah yang memiliki titik sentral dan tujuan berbeda. Di antara keduanya, selamanya tidak akan pernah sejalan. Max Weber kemudian muncul dengan Die Protestant Ethik Under Giest Des Kapitalis (Etika Protestan dan Semangat Kapitalis), sebuah pemikiran baru yang seolah menegasikan anggapan tersebut. Ia dengan sangat baik menunjukkan kaitan yang erat antara doktrin-doktrin agama yang puritan dengan fakta-fakta sosial, terutama dalam perkembangan industri modern sehingga melahirkan corak dan ragam nilai yang menjadi tolok ukur keberhasilan individu; keberhasilan di dunia ialah cerminan kebahagiaan di akhirat. Melalui buku fenomenal ini, Max Weber tidak sekadar mengung- kapkan pemikiran-pemikirannya yang brilian terkait dengan relasi antara agama dan kehidupan sosial masyarakat modern. Lebih jauh, ia juga me- ngupas secara komprehensif sejarah lahirnya agama, gagasan tentang Tuhan, etika keagamaan, dan sebagainya. Selamat membaca!

... bangsawan maritim gemar perang seperti Yunani Kuno, yang sebagian
perompak dan sebagian lagi komersial, justru menyisakan di dalam Odyssey
dokumen keagamaan—yang klop dengan kepentingan mereka—sebuah
pengkhianatan ...