Sebanyak 43 item atau buku ditemukan

Manajemen Aset

Strategi penataan konsep pembangunan berkelanjutan secara nasional dalam konteks kepala daerah sebagi CEO's pada era globalisasi & otonomi daerah

31 desain terbaik hasil lomba desain rumah mungil hijau + konsep perancangan

Winning designs and plans for small housing with green nuance in Indonesia.

Area ini dapat dijadikan tempat bermain anak sekaligus " pabrik " O2 untuk rumah . Pohon yang dipilih adalah pohon pelindung yang bertajuk lebar . Sedangkan atap biru dilengkapi tandon penampung air hujan sebagai respons terhadap curah ...

Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau (1859 - 1945)

Peran penting pers dalam membentuk sejarah Minangkabau tak terbantahkan. Lahir dari tanggapan kritis terhadap perubahan zamannya, pers Minangkabau menampilkan mozaik situasi sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang dihidupi oleh orang-orang pada zamannya. Kendati pers Minangkabau tergolong salah satu yang tertua di Indonesia, ternyata belum banyak tulisan yang secara mendalam mengangkat sejarah pers Minangkabau khususnya pada periode 1859–1950. Dalam konteks itulah buku ini mengambil perannya. Secara garis besar buku ini akan menunjukkan (1) latar belakang sejarah Minangkabau, adat-istiadat, dan budayanya; (2) sejarah pergerakan reformasi Islam di Minangkabau, yang bermula pada abad ke-8, ketika Islam diperkenalkan di Minangkabau oleh para pedagang dari Arab dan Gujarat; (3) sejarah pers Minangkabau yang diawali dengan pemakaian bahasa dan abjad Arab-Melayu, sampai masa pemakaian bahasa Melayu sepenuhnya oleh media; dan (4) perkembangan pers Islami hingga organisasi dan lembaga pendidikan yang menjadi lokasi awal produksi sebelum akhirnya benar-benar berbentuk penerbitan. Ditulis dengan metode historiografi, buku ini dengan lugas menekankan bahwa pers Minangkabau berkontribusi penting dalam pembentukan jiwa nasionalis hingga akhirnya turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. *** "Sudah lama kita kehilangan gambaran tentang dinamika lokal. Sistem media, termasuk penyiaran kita, terkonsentrasi di Jawa khususnya Jakarta. Ratusan kelompok etnis dan bahasa lokal tak lagi tergambar di media. Keanekaragaman terasa hilang. Buku ini rasanya menggugah kembali keinginan kita untuk memahami Indonesia secara utuh." —Amir Effendi Siregar; Dosen Komunikasi UII, Pemimpin Umum Majalah Warta Ekonomi, Ketua Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2MEDIA) "Sejak awal, perkembangan pers, sastra, pemikiran tertulis, dan segala bentuk pertarungan gagasan nasional melalui media komunikasi berbahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari Minangkabau, paling tidak dibesarkan atau menuntut ilmu di daerah itu. Sekelumit nama di antaranya: Adinegoro, St. Takdir Alisyahbana, Marah Rusli, Rosihan Anwar, Usmar Ismail, Asrul Sani, Mochtar Lubis, P.K. Ojong, dll. Khusus dalam pers Islam nasional, misalnya, M. Natsir, HAMKA, Abu Hanifah, Mahmud Yunus... Mudah-mudahan segera menyusul buku-buku sejarah perkembangan pers dari daerah-daerah lain." —Prof. M. Alwi Dahlan, Ph.D; Guru Besar Emeritus Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia

... psikologis, sehingga orang-orang Indonesia mampu beradaptasi dengan dunia modern. Bergabung dalam dunia yang terus maju, menurut Rivai, seharusnya tidak ...

Humandkind: Sejarah Penuh Harapan

Ada satu kepercayaan yang mempersatukan kelompok kiri dan kanan, ahli psikologi dan ahli filsafat, penulis dan pencatat sejarah. Kepercayaan itu mengilhami judul berita di sekeliling kita dan hukum yang mengatur hidup kita. Dari Machiavelli sampai Hobbes, Freud sampai Dawkins, akar kepercayaan ini telah menghunjam dalam pemikiran Barat. Kita diajari bahwa manusia bersifat dasar egois dan digerakkan kepentingan pribadi. Humankind mengajukan argumen baru: bahwa lebih realistis sekaligus revolusioner andai kita beranggapan bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Naluri untuk bekerja sama bukannya bersaing, memercayai bukannya tak percaya, punya dasar evolusioner yang ada sejak awal kehadiran spesies kita. Menganggap buruk orang lain bukan hanya memengaruhi cara kita memandang orang lain, melainkan juga politik dan ekonomi kita. Di buku penting ini, penulis laris internasional Rutger Bregman merangkum beberapa penelitian paling terkenal di dunia dalam kerangka baru, memberi sudut pandang baru untuk 200.000 tahun terakhir dalam sejarah manusia. Bregman menunjukkan bagaimana kepercayaan terhadap kebaikan dan altruisme manusia bisa mengubah cara kita berpikirÑdan menjadi dasar untuk mencapai perubahan sejati di masyarakat. Waktunya ada pandangan baru atas hakikat manusia. ÒPandangannya matang ... Penerapan sejarah oleh Bregman mengarah ke pemahaman baru atas hakikat manusia. Humankind mengubah percakapan dan menerangi jalan ke masa depan yang lebih cerah. Kita makin membutuhkan itu sekarang.Ó Susan Cain, penulis Quiet ÒSinisme adalah teori segalanya, tapi sebenarnya tak harus dipakai, seperti ditunjukkan dengan brilian oleh Rutger Bregman. Buku ini perlu, membuka peluang masa depan yang lebih baik.Ó David Wallace-Wells, penulis The Uninhabitable Earth

Para ahli psikologi modern telah menemukan bahwa ketika orang melakukan sesuatu berdasarkan kebaikan hatinya, mereka sering membuat-buat motif egois.

Menghidupkan Kembali Jalur Sutra Baru

Format Baru Hubungan Islam Indonesia dan China