Sebanyak 290 item atau buku ditemukan

Bahasa arab Untuk Bisnis

Buku ini merupakan buku pertama dari 2 seri buku pembelajaran bahasa Arab, yaitu ÒBahasa arab untuk BisnisÓ dan ÒBahasa Arab untuk Perbankan SyariahÓ. Kedua buku ini diharapkan nantinya bisa bermanfaat bagi mahasiswa Ekonomi Islam di seluruh PTN-PTS di Indonesia.ÊUntuk materi yang ada di dalamnya, penulis sangat selektif sekali dengan memunculkan hal-hal yang terkait dengan bisnis saja. Maka dari itu, pada pertemuan 1-3 akan dibahas tentang Jual Beli di Pasar (dengan kasus yang berbeda), pertemuan ke-4 akan dibahas tentang Harga-harga di Pasar, pertemuan ke-5 tentang Sewa-Menyewa di Pasar, pertemuan ke-6 tentang Musyarakah di Pasar, pertemuan ke-7 tentang Mudharabah di Pasar, pertemuan ke-8 tentang IstisnaÕ dan Salam di Pasar, pertemuan ke-9 tentang Perintah Berbisnis, pertemuan ke-10 tentang Jual Beli Online, pertemuan ke-11 tentang Sewa dan Pengupahan Tenaga Kerja, pertemuan ke-12 tentang Laba dan Rugi dalam Bisnis, pertemuan ke-13 tentang Akuntansi dalam Bisnis dan pertemuan ke-14 tentang Kecurangan dan Penipuan dalam Bisnis. *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

Buku ini merupakan buku pertama dari 2 seri buku pembelajaran bahasa Arab, yaitu ÒBahasa arab untuk BisnisÓ dan ÒBahasa Arab untuk Perbankan SyariahÓ.

Pembelajaran Menulis Bahasa Arab

Dalam Perspektif Komunikatif

Bagian terpenting dari substansi isi buku Pembelajaran Menulis Bahasa Arab ini, di antaranya membahas: (1) Sekilas tentang bahasa Arab: bahasa Arab dalam rumpun Semit dan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia; (2) Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa: sejarah kemunculan pendekatan komunikatif; konsep dasar komunikatif; desain, prosedur, dan evaluasi pengajaran bahasa komunikatif; serta pendekatan komunikatif dalam berbagai keterampilan berbahasa; (3) Seluk-beluk keterampilan menulis bahasa Arab: beberapa istilah tentang kitabah (menulis); jenis, asas, dan tujuan kitabah; metode dan strategi pembelajaran kitabah; serta (4) Pembelajaran kitabah dalam perspektif komunikatif: materi dan tujuan pembelajaran kitabah, metode dan strategi pembelajaran kitabah, serta evaluasi pembelajaran kitabah. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Bagian terpenting dari substansi isi buku Pembelajaran Menulis Bahasa Arab ini, di antaranya membahas: (1) Sekilas tentang bahasa Arab: bahasa Arab dalam rumpun Semit dan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia; (2) Pendekatan komunikatif ...

Filsafat Islam

Telaah Tokoh dan Pemikirannya

Kajian filsafat Islam merupakan suatu kajian sistematis terhadap kehidupan, alam semesta, etika, moralitas, pengetahuan, pikiran, dan gagasan-gagasan yang dilakukan di dalam dunia Islam. Umat Islam atau para cendekiawan Muslim terdahulu banyak merupakan tokoh filsuf dan mereka menuangkan pemikiran mereka ke dalam ilmu filsafat tersebut. Berangkat dari kesadaran ini, terbesit dalam pemikiran penulis untuk melakukan pengkajian secara mendalam, menyadari hakikat kebenaran suatu ilmu yang berdasarkan pada kebenaran ajaran dan nilai-nilai agama Islam, maka lahirlah ide dan gagasan pemikiran mengenai Filsafat Islam: Telaah Tokoh dan Pemikirannya. Dalam buku ini, penulis menelaah para cendekiawan Muslim beserta pemikirannya, di antaranya: intelektual filsafat al-Kindi mengenai hubungan antara filsafat dan agama, serta falsafah al-Nafs; filsafat al-Razi mengenai Lima Kekekalan; Al-Farabi tentang filsafat al-Faidh dan al-Nafs; Ibnu Sina yang dikenal dengan Filsafat Ibnu Sina; Ibnu Tufail mengenai pemikirannya, falsafah Hay bin Yaqzan; Al-Ghazali dengan pemikirannya mengenai kritik terhadap filsuf; Ibnu Rusyd mengenai kritik terhadap al-Ghazali; Filsafat Ibnu Miskawaih; serta Ikhwan al-Shafa dengan konsep berpikirnya. Penulis berharap, para pembaca dapat memetik ilmu berharga dari sajian buku ini. Bahwa kerangka pemikiran filsuf Muslim adalah sebuah pijakan yang akan melahirkan pola pikir Islamisasi ilmu pengetahuan. Beranjak dari pola pikir tersebut maka terbentuklah keserasian terhadap nilai-nilai ajaran Islam dengan konsepsi manusia menurut Al-Qur’an, baik berkaitan dengan hakikat penciptaan, potensi dasar manusia, dan fungsi manusia sebagai makhluk yang berpikir. Insya Allah. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Kajian filsafat Islam merupakan suatu kajian sistematis terhadap kehidupan, alam semesta, etika, moralitas, pengetahuan, pikiran, dan gagasan-gagasan yang dilakukan di dalam dunia Islam.

FILSAFAT ISLAM

Pendekatan Tema dan Konteks

Perkembangan budaya global yang begitu cepat meniscayakan adanya perubahan di segala segi kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut tidak hanya bersifat sosiologis-praktis dan pragmatis, namun juga menyangkut hal-hal yang bersifat ideologis-paradigmatik dan epistemik. Bahkan tata nilai, norma dan pandangan hidup serta agama harus menghadapi perubahan, atau mungkin pergantian. Pengaruh yang sangat besar akibat perubahan global dewasa ini adalah gaya hidup masyarakat yang materialis-hedonis dan kecenderungan pada hal-hal praktis atau instan. Hal ini menyebabkan fenomena masyarakat yang malas berpikir tentang hal-hal yang lebih mendasar, subtansial dan fundamental dari setiap masalah kehidupan. Akibat lebih jauh adalah kecenderungan menyelesaikan masalah secara parsial, dangkal, dan tidak mendasarkan pada pertimbangan yang cerdas, komprehensif, solutif-integratif dan ilmiah-religius. Di sinilah Filsafat Islam akan memainkan perannya sebagai suatu disiplin ilmu keislaman yang menuntun cara berfikir yang fundamental-subtansial, holistik, kritis, sistemik, kreatif, bebas dan islami, menyelamatkan, berpegang pada asas Islam dan Iman (landasan al-Qur’an dan al-Hadis) serta berparadigma profetis. Dengan Fisafat Islam, akan membangun manusia landasan dan pola berpikir yang logis, subtantif, komprehensif, kokoh, konsisten dan bertanggungjawab, sehingga mempunyai kemampuan untuk melibatkan diri dalam proses transformasi pembebasan (liberation), penegakan kemanusiaan (humanisation) dan peneguhan keimanan (trancendention) dalam mencapai keselamatan, kedamaian di segala bidang dan dimensi kehidupan.

Di sinilah Filsafat Islam akan memainkan perannya sebagai suatu disiplin ilmu keislaman yang menuntun cara berfikir yang fundamental-subtansial, holistik, kritis, sistemik, kreatif, bebas dan islami, menyelamatkan, berpegang pada asas Islam ...

MADZHAB PERTAMA FILSAFAT ISLAM: FILSAFAT PARIPATETIK (AL-HIKMAH AL-MASSYA’IYAH)

Islam adalah agama yang sangat menghargai akal. Hal ini terbukti banyak ayat al-Qur’an yang mengedepankan pentingnya akal, rasio, atau pikir dengan berbagai derivasinya, seperti kata: afala ta’qilun, afala tatafakkarun, afala yandzurun, dan lain sebaginya. Di samping itu, Islam juga menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dari manapun datangnya, sehingga Nabi Saw bersabda, yang artinya: “Tuntutlah kalian ilmu pengetahuan walaupun sampai ke Negeri Cina”. Atas dasar dua aspek ajaran Islam tersebut, ditambah adanya kesadaran umat Islam untuk merasionalkan ajaran ajaran pokok agama Islam, maka sejak awal perkembangannya, umat Islam sudah mengadopsi berbagai ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, kimia, fisika, optika, dan sebagainya dari berbagai belahan dunia, terutama dari Yunani dan Romawi. Akhirnya pada abad IX Masehi atau abad ke-3 Hijriyah, umat Islam juga mempelajari filsafat, terutama filsafat Yunani dan Romawi. Selanjut- nya umat Islam melakukan inovasi, seleksi, dan pemaduan dengan ajaran Islam yang fundamental, sehingga melahirkan sebuah struktur pemikiran Islam yang bersifat filosofis-logis di satu sisi, tetapi bersifat relegius-Islami di sisi lain. Pemikiran tersebut menjadi disiplin baru dalam Islam yang dikenal dengan filsafat Islam atau ada yang menyebut filsafat Muslim. Filsafat yang berkembang di dunia Islam pada abad ke-9 Masehi ini dikenal sebagai filsafat Islam Paripatetik atau al-hikmah al-Massyaiyah, karena banyak dipengaruhi oleh pola pikir Aristoteles, dan sekaligus sebagai madzhab pertama dalam sejarah pemikiran filsafat Islam. Buku ini akan membeberkan latarbelakang lahirnya filsafat Islam, kronologi- nya, motivasi kelahirannya, tema-tema sentral pembahasan, dan pokok-pokok pemikiran para tokohnya mulai dari al-Kindi sampai Ibn Rusyd.

Islam adalah agama yang sangat menghargai akal.

MADZHAB KEDUA FILSAFAT ISLAM

TEOSOFI ILUMINASI (HIKMAH AL-ISYROQ) SUHRAWARDI AL-MAQTUL

Filsafat iluminasi Suhrawardi merupakan tipe falsafah yang paling orisinil di antara konsep-konsep filsafat yang sealiran, mengingat dia memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai aliran filsafat Yunani, Persia, dan India. Filsafat iluminasi Suhrawardi nampaknya merupakan adonan yang sempurna dari berbagai unsur tasawuf dan filsafat yang dipahami Suhrawardi, melalui jalan sufi dan filosofi atau melalui rasa dan iluminasi. Al-isyraq, berarti bersinar atau memancarkan cahaya, dan lebih tepatnya diartikan penyinaran atau iluminasi. Menurut Suhrawardi sumber segala yaang ada ialah ”Cahaya Yang Mutlak”, yang disebut Nur al-Anwar mirip matahari. Walaupun Dia memancarkan cahaya terus menerus, namun cahaya-Nya tidak perrnah berkurang dan bahkan sama sekali tidak terpengaruh, Nur dalam konsep ini nampaknya dapat dianalogkan dengan rahmat Tuhan (faid). Menurut Suhrawardi ada benda-benda yang merupakan cahaya dalam realitasnya sendiri, dan benda-benda yang bukan cahaya dalam realitasnya sendiri, masing-masing terjadi dengan sendirinya (aksidensial), tak tergantung atau independen. Konsep ini menghasilkan empat macam realitas, yaitu; a) cahaya immaterial yang terjadi dengan sendirinya, yang disebut Cahaya Murni (al-Nur al- Mujarrad), b) cahaya aksidential (al-Nur al-‘Aridl) yang inheren di dalam cahaya immaterial maupun tubuh fisik, c) cahaya perantara (al-barzakh) atau substansi yang gelap (al-jauhar al-gasiq), yaitu tubuh dan d) mode yang gelap (al-hai’ah al- al-zulmaniyah), aksiden di dalam cahaya immaterial maupun tubuh fisik.

Filsafat iluminasi Suhrawardi merupakan tipe falsafah yang paling orisinil di antara konsep-konsep filsafat yang sealiran, mengingat dia memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai aliran filsafat Yunani, Persia, dan India.

MADZHAB KETIGA FILSAFAT ISLAM TRANSENDEN TEOSOFI

(AL-HIKMAH AL-MUTA’ALIYAH) MULLA SADRA

Buku ini membeberi pemikiran filsafat Islam madzhab ketiga yang dibangun oleh Mulla Sadra dengan nama al-Hikmah al-Muta'alyah (transenden teosofi). Jika madzhab pertama filsafat Islam yaitu al-Hikmah al-Massyaiyah (filsafat paripatetik) bertumpu pada rasional filisofis, dan Hikmah al-Isyroq (filsafat iluminasi) yang dibangun oleh Suhrawardi al-Maqtul bertumpu intuisi mistik dan dikokohkan dengan argumen filosofis, maka transenden teosofi Mulla Sadra dibangun dengan keduanya yang kemudian diselaraskan dengan syari'ah (Al-Quran dan As-Sunnah). Berangkat dari uraian buku ini yang menguraikan sepercik dari lautan pemikiran Mulla Sadra terasa sekali racikan ramuan ketiga landasan tersebut, sehingga sulit bagi para pemerhati filsafat Islam untuk mengkritik madzhab ketiga filsafat Islam ini. Namun, sebagaimana pepatah mengatakan "tiada gading yang tak retak", aliran ini juga memiliki ketidakkonsistenan dalam beberapa hal seperti yang ditulis oleh Fazlurrahman. Oleh sebab itu, pemikiran filsafat Islam harus terus dikembangkan seirama dengan perkembangan kebudayaan umat manusia menuju yang lebih sempurna dan melahirkan filsafat Islam madzhab keempat. Amin

Buku ini membeberi pemikiran filsafat Islam madzhab ketiga yang dibangun oleh Mulla Sadra dengan nama al-Hikmah al-Muta'alyah (transenden teosofi).

Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia

Kosakata

Pada zaman sekarang, menulis bukan sekadar keterampilan bahasa atau komunikasi, tetapi bagian penting kecakapan literasi. Bersama membaca, menulis menjadi pondasi penting kecakapan berpikir kritis dan kreatif, yang merupakan inti literasi, yang sangat dibutuhkan pada zaman Revolusi Industri 4.0. Dengan menulis—selain membaca—dapat diasah, dilatih, dan ditingkatkan kecakapan berpikir yang logis dan etis untuk memperkuat kekritisan dan kekreatifan tiap individu. Untuk menguatkan, menajamkan, atau meningkatkan keterampilan menulis bahasa Indonesia, seseorang perlu menguasai seluk-beluk kosakata bahasa Indonesia. Kekayaan dan keberagaman kosakata bahasa Indonesia menggambarkan keluasan, kedalaman, bahkan ketinggian pikiran dan perasaan seseorang. Untuk itu, saat literasi sudah menjadi salah satu hak asasi dan sendi peri kehidupan masa kini dan masa depan, secara memadai setiap orang perlu menguasai kosakata suatu bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Penguasaan itu bisa dan perlu dipelajari, baik secara mandiri maupun melalui pelajaran, bukan terberi secara alamiah melalui kebiasaan bercakap-cakap saja. Buku Kosakata ini, membantu memperluas dan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Indonesia agar pembaca dapat mengungkapkan dan mengembangkan pikiran, gagasan, dan perasaan dengan benar, cermat, tepat, serasi, dan segar dalam bentuk tulisan. Dalam buku ini, pembaca dilatih dan dipandu untuk memperkaya kosakata, memilih dan menggunakan kata, mengayakan dan menggunakan istilah, dan mencermati berbagai gejala bahasa, khususnya gejala perbendaharaan kata. Buku ini dapat digunakan oleh siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan kalangan umum yang ingin memperkaya kosakata bahasa Indonesianya.

Pada zaman sekarang, menulis bukan sekadar keterampilan bahasa atau komunikasi, tetapi bagian penting kecakapan literasi.

Kamus Bahasa Indonesia; Untuk Pelajar, Mahasiswa & Umum

Apa yang kamu butuhkan saat ingin mengetahui arti suatu kata? Ya, jawabannya adalah Kamus. Selain mencari arti suku kata, melalui kamus kita juga dapat menambah wawasan pengetahuan, sarana berekspresi, dan berkomunikasi dalam berbagai bidang. Semua manfaat kamus tersebut dapat kamu temukan dalam kamus ini, karena kamus ini memuat: Tiap kosakata memuat definisi dan arti yang jelas dan padat, berikut sinonim dan antonim; Dilengkapi dengan padanan istilah yang sering digunakan dalam dunia teknologi informasi dan komputer; Berbagai kosakata pilihan dari berbagai bidang ilmu, dari ilmu-ilmu sosial hingga eksakta; Dilengkapi kelas kata, turunan kata dan contoh pemakaian kata, untuk memudahkan pemahaman

Apa yang kamu butuhkan saat ingin mengetahui arti suatu kata?