Sebanyak 28 item atau buku ditemukan

Kamus Saku Bahasa Arab - Indonesia

Bahasa Arab adalah bahasa dunia yang kalau diteliti, bahasa Arab adalah bahasa yang paling banyak kosa katanya, paling komplek morfologi dan sintaksisnya. Oleh karena itu, belajar bahasa Arab itu lebih sulit dibandingkan dengan belajar bahasa-bahasa yang lain. Perlu diingat bahwa, awal dari belajar bahasa apa pun yang pertama-tama itu harus mengerti makna kosa katanya. Karena sebagus apa pun karya atau ucapan bahasa lisan orang lain, diksi, struktur kalimatnya dan lain sebagainya jika pembaca tidak mengerti makna kata maka pesan yang ditulis atau diucapkan melalui bahasa lisan orang lain mustahil tersampaikan. Setelah mengerti kosa kata tahap selanjutnya adalah belajar ilmu linguistik secara step by step (tadrijiyan). Belajar bahasa apa pun, apalagi bahasa Arab, kosa kata harus dihafal secara fasih dan benar lafal dan maknanya. Menghafal kosa kata itu tidak hanya ketika belajar di tempat tertentu, tetapi di mana pun dan kapan pun agar segera banyak hafal kosa kata dan maknanya. Berangkat dari tuntutan itu, maka kamus saku ini dibuat. Sebuah kamus yang dapat dimasukkan ke saku sehingga dapat dibawa ke mana pun. Selain itu, kamus yang ada di tangan pembaca ini adalah sebagai usaha memperkenalkan makna kata dalam bahasa Arab pada anak-anak atau siapa pun yang masih tahap awal mengenal bahasa Arab. Kosa kata yang termuat di dalam kamus ini pun mencakup kosa kata yang paling dekat dengan manusia sampai yang jauh. Dengan susunan seperti itu sebenarnya bertujuan agar mudah diingat, dihafal dan dimengerti. Semoga bermanfaat. Amien 🤲

Bahasa Arab adalah bahasa dunia yang kalau diteliti, bahasa Arab adalah bahasa yang paling banyak kosa katanya, paling komplek morfologi dan sintaksisnya.

Menggapai keadilan dengan hukum progresif

Sebuah upaya menyempurnakan putusan hakim pada keadilan

Gagasan tentang hukum progresif pertama kali dikemukakan oleh Prof. Dr. Satjipto Rahardjo di era tahun 2002. Gagasan tersebut muncul karena adanya keprihatinan terhadap keterpurukan dan ketidakpuasan publik terhadap kinerja hukum dan pengadilan. Gagasan mengenai hukum progresif tersebut, ternyata mendapat sambutan yang baik, sehingga istilah hukum progresif saat ini sudah mulai banyak digunakan. Hukum Progresif pada intinya bertujuan untuk mendorong pekerja hukum agar lebih berani membuat terobosan dalam menjalankan hukum di Indonesia. Selain itu, pembentukan gagaasan hukum progresif ini juga dimaksudkan agar, dunia hukum tidak hanya dibelenggu oleh pikiran positivistis dan legal analytical. Hukum progresif digagas untuk megatasi berbagai ketidakadilan yang selama ini di alami oleh yustisiaben (pencari keadilan), mengingat pada hakikatnya penegakan hukum merupakan rangkaian proses untuk menjabarkan nilai, ide, cita yang cukup abstrak yang menjadi tujuan hukum. Sebagaimana diketahui, tujuan hukum yakni untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran melalui nilai-nilai moral. Keberadaan hukum diakui jika nilai-nilai moral tersebut mampu diimplementasikan ke dalam ranah hukum. Hal ini berarti, inti dari penegakan hukum terletak pada kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan di dalam kaidah-kaidah yang mantap dan mengaplikasikannya ke dalam sikap serta tindakan, sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir, untuk menciptakan, memelihara dan mempertahankan kedamaian pergaulan hidup. Pencapaian tujuan hukum dilakukan dengan mengerahkan seluruh energi agar hukum mampu bekerja untuk mewujudkan nilai-nilai moral dalam penegakan hukum. Kegagalan dalam mewujudakan nilai hukum tersebut merupakan ancaman bahaya terhadap hukum yang berlaku. Kurangnya implementasi nilai-nilai moral dalam hukum, mengakibatkan hukum akan berjarak serta terisolasi dari masyarakatnya. Berhasil tidaknya penegakan hukum, akan menentukan serta menjadi barometer legitimasi hukum ditengah-tengah realitas sosialnya. Keadaan terus berubah, perkembangan teknologi semakin pesat, lalu sejauh mana perubahan tersebut akan terjadi, apakah perubahan dan perkembangan itu akan mencapai titik stagnasinya pada suatu masa tertentu? jelas tidak. Demikian juga dengan hukum progresif, dalam gagasannya pandangan hukum progresif melihat dunia dan hukum dengan pandangan yang mengalir saja, seperti pandangan filsuf Herakleitous yang mengatakan bahwa, tidak ada satu pun hal di alam semesta yang bersifat tetap atau permanen. Pertama, paradigma dalam hukum progresif melihat bahwa manusia adalah titik pusat perputaran hukum. Kedua hukum progresif tidak terpaku pada peraturan atau undang-undang yang berlaku. Ketiga hukum progresif memberi peranan besar pada perilaku manusia dalam hukum, peranan manusia yang dimaksud adalah, konsekuensi terhadap pengakuan, bahwa sebaiknya kita tidak berpegangan secara mutlak kepada teks formal suatu peraturan. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa hukum progresif adalah hukum yang senantiasa berupaya membangun diri, sehingga berkualitas untuk melayani dan membawa masyarakat pada kesejahteraan dan kebahagiaan. Upaya tersebut dilakukan dengan senantiasa membawa hukum ke arah perkembangan zaman yang lebih baik dan berkesinambungan.

Gagasan tentang hukum progresif pertama kali dikemukakan oleh Prof. Dr. Satjipto Rahardjo di era tahun 2002.

Psikologi Pendidikan

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Tingkah laku di sini diartikan secara luas ialah segala kegiatan, tindakan perbuatan manusia yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, yang disadari maupun tidak disadarinya. Termasuk di dalamnya: cara berbicara, berjalan, berpikir atau mengambil keputusan, cara ia mengambil sesuatu, caranya beraksi terhadap segala sesuatu yang datang dari luar dirinya maupun dari dalam dirinya. Psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Buku ini disusun dengan judul Psikologi Pendidikan mampu membantu menambah bahan ajar dan mahasiswa dalam mempelajari psikologi dan untuk mempermudah mempelajari materi psikologi pendidikan. Psikologi Pendidikan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Berkaitan dengan itu maka guru akan menjadi bahan pembicaraan banyak orang, dan tentunya tidak lain berkaitan dengan kinerja guru. dapat diambil kesimpulan bahwa Manajemen sumber daya manusia diakui sangat penting.

Psikologi Manajemen

Manajemen merupakan sebuah proses kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang telah ditetapkan dan ditentukan sebelumnya untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan (planning), dilaksanakan (actuating), dan dikendalikan (evaluation) dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Penerapan psikologi dalam situasi praktis berdasarkan pada pengetahuan ilmiah tentang tingkah laku. Jadi bukan dengan cara common sense, melainkan menggunakan prinsip-prinsip psikologi secara sistematis. Kehadiran buku ini merupakan bagian dari sumbangsih pemikiran penulis untuk mengkaji/membahas tentang psikologi manajemen karena psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakikatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas, akan tetapi di dalam buku ini fokus membahas tentang psikologi manajemen. Buku ini sangatlah penting bagi mahasiswa dan pendidik yang sedang mendalami bidang psikologi atau pendidikan karakter. Buku ini juga sangat penting bagi pendidik, tenaga pendidik, kepala sekolah, dan peserta didik untuk memahami konsep psikologi. Psikologi Manajemen ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2006. Sopiah. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset. 2008. Stephen P. Robbins. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat, 2007. Steven S. Stein Dan Howard.

Perempuan dan Hukum

Menuju Hukum yang Berperspektif Kesetaraan dan Keadilan

Walaupun konvensi CEDAW telah diratifikasi oleh Indonesia sebelum lahirnya
undang-undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional tetapi
secara konstitusional dan praktik hukum ketatanegaraan, Indonesia telah terikat
 ...

Hak Asasi Manusia

Bahan Pendidikan Untuk Perguruan Tinggi

Mata kuliah Hak Asasi Manusia merupakan mata kuliah wajib di perguruan tinggi, terutama di fakultas hukum di universitas mana pun. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa disadarkan bahwa semua manusia sejak dalam kandungan sudah mempunyai sejumlah hak yang dikaruniai Tuhan yang Maha Esa tanpa pandang bulu. Tanpa hak hak tersebut, manusia tidak dapat hidup sebagai manusia. Eksistensi hak hak itu bukan karena direkayasa manusia, bukan pula karena ditetapkan penguasa, atau ditetapkan di dalam peraturan perundang-undangan mana pun. Hak-hak itu pada hakikatnya melekat (inherent) dengan keberadaan manusia sejak manusia diciptakan, bukan sejak lahir. Hak-hak itu melekat pada semua orang (at all persons) sepanjang hayat (at all times) dan di setiap tempat (at all places), bersifat kodrati dan universal. Sebagai bahan pendidikan di perguruan tinggi, materi hak asasi manusia tersebar di banyak literatur, baik yang berbahasa asing maupun berbahasa Indonesia. Semua literatur tersebut ditulis menurut perspektif penulisnya masing-masing, sehingga ditemui pada bagian yang satu diuraikan secara panjang lebar, sedangkan pada bagian lain disentuh kulit kulitnya saja, bahkan ada bagian tertentu yang tidak disentuh sama sekali. Dengan kata lain, kedalaman analisis dalam buku yang satu berbeda dengan buku yang lain. Oleh karena itu, sebagai bahan pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa tidak cukup hanya membaca beberapa judul buku tentang hak asasi manusia. Semakin banyak literatur yang dibaca, semakin dalam pemahaman dan pengenalan tentang hak asasi manusia. Kendatipun demikian, agaknya tidak mudah mewajibkan mahasiswa membawa semua literatur itu ke ruang kelas untuk mengikuti mata kuliah ini. Dengan tersedianya buku ini, selain untuk membantu mahasiswa agar dapat mengikuti mata kuliah ini dengan baik, juga menjadi pegangan bagi dosen untuk menerapkan metode belajar-mengajar berbasis kompetensi.

Mata kuliah Hak Asasi Manusia merupakan mata kuliah wajib di perguruan tinggi, terutama di fakultas hukum di universitas mana pun.

Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi Indonesia

Konstitusi dan jaminan atas hak asasi manusia (HAM) merupakan satu kesatuan yang mencerminkan kesinambungan gagasan dan praktik demokrasi konstitusional. Dalam perkembangannya, jaminan konstitusi atas HAM di Indonesia ini mengalami proses dialek-tika pemikiran yang sangat menarik untuk diamati. Pasca-Amendemen UUD 1945, materi muatan HAM mengalami reposisi yang signifikan. Bahkan, penerjemahan materi muatan HAM tersebut semakin positif setelah keluarnya Peraturan Presiden RI No. 23 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional HAM Indonesia 2011-2014. Salah satu komitmen penting yang dimiliki Indonesia dalam kerangka kebijakan HAM yaitu Rencana Aksi Nasional HAM Indonesia/National Action Plan on Human Rights (Ranham). Saat ini, Ranham Indonesia telah memasuki gelombang ketiga yang sudah dimulai sejak gelombang pertama (1998-2003), gelombang kedua (2004-2009), dan gelombang ketiga (2011-2014). Buku ini secara khusus membahas konseptualisasi HAM dalam konstitusi Indonesia sejak UUD 1945 sampai dengan perubahan UUD 1945 Tahun 2002, dan hubungannya dengan penegakan hukum dan HAM tli Indonesia Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia -Kencana-

Konstitusi dan jaminan atas hak asasi manusia (HAM) merupakan satu kesatuan yang mencerminkan kesinambungan gagasan dan praktik demokrasi konstitusional.

ILMU HUKUM TATA NEGARA

Peristilahan Ilmu Hukum Tata Negara adalah merupakan salah satu cabang ilmu hukum yang secara khusus mengkaji persoalan hukum dalam konteks kenegaraan. Istilah Hukum Tata Negara dapat dianggap identik dengan pengertian Hukum Konstitusi yang merupakan terjemahan langsung dari perkataan Constitutional Law (Inggris). Dari segi bahasa, istilah Constitutional Law dalam bahasa Inggris memang biasa diterjemahkan sebagai Hukum Konstitusi. Namun istilah Hukum Tata Negara itu sendiri jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, niscaya perkataan yang dipakai adalah Constitutional Law. Oleh karena itu Hukum Tata Negara dapat dikatakan identik atau dapat disebut sebagai istilah lain dari Hukum Konstitusi.

Peristilahan Ilmu Hukum Tata Negara adalah merupakan salah satu cabang ilmu hukum yang secara khusus mengkaji persoalan hukum dalam konteks kenegaraan.