Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR

Diakui atau tidak, realitas pembelajaran cenderung berjalan secara statis, rutinitas dan monoton yang berakibat pada “kemandulan intelektual” siswa. Proses pembelajaran tidak nyaman dan menakutkan. Kenyataan inilah yang menyebabkan rasa kebencian siswa terhadap mata pelajaran dan akhirnya siswa sulit menerima materi pelajaran tertentu. Sebenarnya tidak ada materi pelajaran yang sulit, hanya karena faktor psikologis yang negatif, maka siswa akhirnya merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran tertentu. Buku ini menyajikan beberapa teori yang terkait dengan kebutuhan guru di kelas. Beberapa model mengajar diberikan dengan harapan agar pembaca lebih mudah dalam melakukan proses pembelajaran dikelas. Buku ini berisi tentang hakikat pembelajaran, konsep dasar pembelajaran, komponen dalam pembelajaran, proses belajar dan mengajar, juga disertakan pula cara mengelola proses belajar dan mengajar dikelas. Semua ini merupakan paduan bahasan penting yang harus dikuasai oleh seorang guru. Hal ini didasarkan kepada tuntutan-tuntutan pokok yang dihadapi sehari-hari dalam tugas profesionalnya.

Diakui atau tidak, realitas pembelajaran cenderung berjalan secara statis, rutinitas dan monoton yang berakibat pada “kemandulan intelektual” siswa.

PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR

Sekolah sebagai pelaksana pendidikan, baik pengawas, ke[ala sekolah, dan guru, tenaga kependidikan non guru, maupun peserta didik sangat berkepentingan dan akan terkena imbasnya secara langsung dari setiap perubahan kurikulum. Disamping itu, orang tua, dan masyarakat pada umumnya, dunia usahadan dunia industri, serta para birokrat, baik dipusat maupun didaerah akan terkena dampak dari perubahan kurikulum tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang mendalam yang mendalam dari para pelaksana dan yang berkepentingan dengan implementasinya tidak terjadi kesalahpahaman, dan kesalahan dalam menafsirkan ide-ide baru yang dikembangkan. Pemahaman tersebut akan menjadi bekal para pelaksana dalam menyukseskan implementasi Kurikulum 2013 di lapangan, sehingga mencapai hasil yang optimal.

Sekolah sebagai pelaksana pendidikan, baik pengawas, ke[ala sekolah, dan guru, tenaga kependidikan non guru, maupun peserta didik sangat berkepentingan dan akan terkena imbasnya secara langsung dari setiap perubahan kurikulum.