Sebanyak 337 item atau buku ditemukan

Buku Ajar Metodologi Studi Islam

(Kajian Metode dalam Ilmu Keislaman)

Mata kuliah Metodologi Studi Islam (MSI) adalah salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Program PAI pada sekolah di lingkungan Kementrian Agama RI. Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memberi bekal kepada mahasiswa sebgai pengantar studi agar memiliki pemahaman terhadap Islam secara komprehensif dari berbagai aspeknya, mengetahui berbagai metode dan pendekatan dalam mempelajari Islam. Pembahasan Metodologi Studi Islam difokuskan pada upaya mempelajari Islam secara efektif dan efisien sehingga dalam waktu yang singkat memperoleh pengetahuan tentang Islam. Untuk dapat mengetahui Islam dapat diidentifikasi terlebih dahulu menjadi tiga kategori: yaitu, (1) Islam sebagai sumber ajaran berupa Qur’an dan sunnah, (2) Islam sebagai hasil pemahaman terhadap sumber ajaran Islam, yang sudah mengambil bentuk disiplin ilmu keislaman seperti akidah, fikih, akhlak tasawuf dan filsafat, (3) Islam sebagai produk pengamalan. Selanjutnya pembahasan dilanjutkan pada metode mempelajari Islam dari tiga kategori tersebut dengan pendekatan ilmu-ilmu pengetahuan dari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Islam. Buku Buku Ajar Metodologi Studi Islam (Kajian Metode dalam Ilmu Keislaman) ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Buku Buku Ajar Metodologi Studi Islam (Kajian Metode dalam Ilmu Keislaman) ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Citra Manusia Berbudaya: Sebuah Monografi Tentang TIMOR Dalam Perspektif Melanesia

Kehidupan terdiri dari semua peristiwa sepanjang ‘jalan kenangan hidup’, baik yang barusan dialami secara pribadi, maupun segala yang sudah lama terpateri dalam dinding sejarah kehidupan insan berbudi dari generasi ke generasi. Hal itu dapat berupa: aneka perjumpaan, segala pertemuan dan berlaksa kejadian yang diinderai, baik yang disadari maupun yang setengah sadar (bahkan mimpi atau iming-iming sekalipun). Memang semuanya tercampur baur dan tetap menempel serta terus mengendap dalam memory. Semuanya merangkumi juga pelbagai hal yang tidak diinderai namun acapkali terbit dalam ‘alam imaginasi’ dan memberi inspirasi kepada manusia. Manusia mengisi kehidupannya dengan halaman-halaman pengalaman yang dimiliki: yang unik dan khas, yang menarik dan biasa-biasa, yang istimewa dan boleh dikata luar biasa, yang sederhana dan paling rumit, yang mengagumkan dan membingungkan, yang pasti dan yang tidak menentu, yang konstan dan ambigu, yang intelektual maupun yang hanya berupa serap rasa, yang disebut pengetahuan dan yang hanya dikategori dalam bentuk feeling, yang imaginatif maupun yang hambar dan tawar, yang lurus menurut aturan logika atau yang tidak memenuhi prasyarat aturan alur pikir manusia dan lain sebagainya. Acapkali dapat saja terjadi, ada kisah sejarah manusia yang sama dimiliki oleh dua orang atau beberapa insan berbeda perspektif. Hal itu bisa mungkin oleh karena sesuatu yang sama memang dijumpai oleh orang-orang yang sama (atau orang berbeda), namun di tempat berbeda (juga di tempat yang sama). Tentu kisah yang sama diapresiasi secara berbeda, tergantung dari kemampuan yang dimiliki setiap manusia dalam ruang lingkup yang tidak sama. Pada sisi tertentu, di sinilah sebetulnya letak variasi dan ragam rupa ‘isi buku’ yang dimiliki oleh setiap manusia, dari pribadi yang satu ke citra pribadi yang lain. Halaman buku yang dipenuhi dengan daftar isi kehidupan yang dialami manusia pasti bermacam ragam, sesuai dengan perspektif dan persepsi pribadi yang terlibat dalam setiap perjumpaan yang dialami semasa hidup. Umumnya ada dua sikap utama dalam perjumpaan tersebut, pertama, manusia dapat berdiri dan terlihat sebagai penonton; kedua, manusia aktif melibatkan diri. Walau secara azasi sebetulnya tidak ada manusia yang selalu hadir sebagai penonton oleh karena daya intelektualitas selalu akan aktif membimbing manusia ketika ia terlibat dalam dinding sejarah setiap perjumpaan. ‘Buku kehidupan’ itu kemudian diakhiri dengan ‘bab penutup’ yang sering tidak dirancang sebelumnya (kematian). Ia sesungguhnya menjadi pamungkas kata atau inilah isi buku sesungguhnya. Isi pokok buku kehidupan tentunya berkaitan sangat erat dengan berbagai ilmu kehidupan, dimana manusia dengan kebebasan intelektualitasnya mencari citra manusia berbudaya yang seakan terjerembab dalam upaya cerdas untuk mencari kebenaran yang diidam-idamkan di sepanjang kehidupan. Bagi seorang seniman, buku kehidupan itu mengisahkan perjalanan panjang manusia ketika melanglang segala sudut alam dengan kreativitas seni, cita rasa dan daya intelektualitas yang bebas. Dalam perspektif berbeda, buku yang sedang anda kecapi ini merupakan sebuah buku tentang kehidupan seorang insan. Inilah sebuah beberan pengetahuan khusus mengenai ‘ilmu kehidupan tertentu’ berkenaan dengan seseorang dalam takaran impersonal, yang terkisah dalam sebuah kawasan, Pulau Timor namanya. Kisah tentang Timor yang impersonal ini kemudian dipersonifikasi sebagai buaya yang sedang tidur lelap, yang akan dapat dilihat dalam sebuah tulisan pada kanvas me-review citra dari kisah-kisah masa silam dalam perspektif Melanesia pada bingkai Manusia Timor. Isi buku ini terlahir dari kreasi penulis sendiri, yakni refleksi-ulang satu dua makalah dan kumpulan tulisan-tulisan antropologis pada berbagai kesempatan, baik yang telah dimuat dalam media, atau berupa makalah yang pernah diseminarkan. Setelah membaca kembali karya-karya tersebut, penulis mengambil keputusan untuk menyatukannya dalam sebuah terbitan, sebagaimana pembaca kecapi pada saat sekarang.

... penulisan sejarah selalu tidak pernah selesai pada waktu tertentu, karena itu kami berusaha menyampaikan beberapa data mengenai Oceania. Memang, pasti saja ada pemikiran dan refleksi serta telaahan baru dari para penulis sebelumnya, ...

Manajemen Sumberdaya Manusia

Aktivitas Utama dan Pengembangan SDM

Aspek Sumberdaya Manusia sering diremehkan fungsi dan perannya dalam suatu organisasi. Keberadaannya dianggap beban karena hanya menimbulkan biaya saja bagi perusahaan dan organisasi. Faktor manusia dalam perusahaan sangat penting, karena maju tidaknya perusahaan tergantung dari kreatifitas manusianya. Perusahaan atau negara yang memiliki sumberdaya alam (SDA) melimpah namun tidak mempunyai sumberdaya manusia (SDM) yang kreatif maka SDA bagaikan raksasa yang sedang tidur. Sebaliknya perusahaan atau negara yang memiliki SDA sedikit bahkan tidak memiliki SDA sekalipun, namun memiliki SDM yang sangat kreatif akan dapat berbuat banyak dan menghasilkan banyak manfaat. Oleh karena itu meningkatkan peran aktif yang kreatif dari SDM sangat penting. Kajian manajemen sumberdaya manusia adalah sangat kompleks karena berhubungan dengan banyak faktor. Inti dari MSDM adalah aktivitas SDM yang sangat kompleks dan dinamis. Manajemen Sumberdaya Manusia atau Human Resources Management (HRM) sebagai proses keterlibatan orang dalam pengelolaan organisasi. Sumberdaya Manusia (SDM) merupakan aset yang paling berharga dalam organisasi. SDM yang bekerja dalam organisasi baik secara individu maupun berkelompok berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi. Departemen SDM dapat dianggap sebagai yang mengatur kebijakan saling terkait dengan pondasi ideologis, prosedur dan filosofis serta praktik yang berhubungan dengan manajemen SDM (French, 1997; Amstrong, 2006). Pentingnya peran SDM dalam suatu organisasi yaitu sebagai aset yang berharga karena berkontribusi dalam pencapaian tujuan organisasi, mendorong banyak pihak ingin melakukan penelitian tentang SDM sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan. MSDM merujuk pada praktek dan kebijakan yang anda perlukan untuk menjalankan aspek orang dan personil dari jabatan manajemen meliputi perekrutan, seleksi, pelatihan, penempatan dan penilaian. Aktivitas pengembangan SDM salah satunya adalah kinerja dan motivasi. Betapa pentingnya variabel motivasi. Variable motivasi SDM yang mempengaruhi kinerja adalah sangat penting dan biasanya diremehkan oleh perusahaan. Sebagai contoh jika motivasi, peluang dan kemampuan seseorang diukur dengan skala data ordinal dan masing-masing menunjukkan score 5, maka kinerjanya sama dengan 5 x 5 x 5 = 125. Apabila motivasi turun satu angka dikarenakan unsur organisasi dan secara individu tidak mampu memotivasi sendiri maka kinerja menjadi 4 x 5 x 5 = 100. Turun satu angka saja dalam motivasi maka kinerjanya turun 25. Apalagi jika dalam organisasi, terjadi saling membunuh motivasi misalnya menjadi 0 atau tidak ada motivasi sama sekali, maka berapapun tingginya peluang dan kemampuan maka kinerja nya menjadi nol. Oleh sebab itu organisasi atau sebuah perusahaan maupun masing-masing pegawai harus pintar dalam melakukan perbaikan dan lebih meningkatkan motivasi SDM agar kinerjanya bisa bertahan dan cenderung mengalami meningkatan. Beragam motivasi dapat dihasilkan dengan baik oleh organisasi ataupun perusahaan, bahkan motivasi untuk diri sendiri. Akan menjadi salah jika keberadaan departemen SDM hanya menjadi beban bagi perusahaan tanpa memberikan kontribusi apapun dalam usaha dan keuntungan perusahaan, karena kinerja itu adalah merupakan semua hasil yang dicapai oleh perusahaan termasuk penjualan dan keuntungan yang dihasilkan. Hal itu dikarenakan manajemen SDM sudah berubah tidak seperti yang dulu, SDM yang sekarang harus mengedepankan keseimbangan antara menjadi pedorong atau motivator yang berkelanjutan pada seorang tenaga kerja dan memberikan kontributor bagi perusahaan. Peran dari suatu Manajemen Sumber Daya Manusia sendiri di era modern ini harus menjadi suatu kontributor strategis, sekaligus sebagai rekan kerja dengan manajer operasional, memanfaatkan waktu yang ada mempunyai administrasi yang terstruktur dan lebih efektif dalam pembiayaan.

Oleh karena itu meningkatkan peran aktif yang kreatif dari SDM sangat penting. Kajian manajemen sumberdaya manusia adalah sangat kompleks karena berhubungan dengan banyak faktor.

Psikologi Pengurusan Sekolah (UUM Press)

Buku ini mendasari konsep psikologi pengurusan pendidikan. Pendekatan serta aplikasi psikologi dalam pengurusan dan kepimpinan sekolah di Malaysia menjadi topik utama buku ini. Kefahaman tentang wujudnya kepelbagaian karakter kepimpinan dan tingkah laku guru serta murid di sekolah merupakan faktor utama yang mampu menjadi pendorong kepada pembentukan budaya dan persekitaran sekolah yang berkesan. Buku ini menggarap panduan dan pendekatan psikologi pengurusan sekolah yang efektif, kaedah pengurusan sumber, struktur organisasi dan pengagihan tugas, serta pengurusan diri guru-guru. Hasil penyelidikan berkaitan pengalaman pengetua dan guru besar, tentang kaedah dan pendekatan psikologi pengurusan yang diaplikasikan diharap dapat menjadi panduan kepada pemimpin dan bakal pemimpin sekolah. Perkara ini penting bagi mendepani kepelbagaian karenah dan masalah. Penyelesaian masalah melalui gaya pengurusan psikologi mampu menghasilkan natijah yang positif tanpa menjejaskan prestasi guru dan pelajar sekolah. Apa yang diharapkan, buku ini dapat membantu dan menjadi panduan praktis kepada pemimpin sekolah, guru-guru, pelajar dan ibu bapa yang berminat mendalami ilmu pengurusan psikologi ke arah memartabatkan pendidikan dan pengurusan sekolah di Malaysia.

Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Gunung Agung. Caldwell, & Spinks. (1988). The promise of self-management for schools: An international perspective. London: Institute of Economic Affairs. Covey, S. R. (2004).